Janda Muda Jual Sabu dengan Layanan Plus-Plus di Tulungagung, Jualannya Laris Manis

 


Berita tentang seorang janda muda berinisial NL di Tulungagung, yang ditangkap polisi gara-gara menjual sabu-sabu di sebuah warung kopi, menuai sorotan publik.

Bukan apa-apa. NL menjual sabu-sabu satu paket dengan layanan plus-plus. Alhasil, sabu-sabu yang dijualnya menjadi laris manis karena "pemikat" berupa layanan plus-plus tersebut.

Hampir semua pembelinya adalah laki-laki hidung belang. Ada pula yang datang padanya bukan untuk membeli sabu-sabu, namun sekadar mendapatkan layanan plus-plus darinya.

Untuk layanan demikian, NL tak membedakan tarif. Dengan atau tanpa sabu, ia tetap mematok tarif serupa.

NL, yang merupakan warga Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, menjalankan bisnis haram itu di warung kopi yang ia jaga di Tulungagung.

Kepada polisi, NL mengaku menjual sabu-sabu karena bingung hendak membesarkan tiga anaknya yang masih kecil-kecil.

Adapun uang dari penjualan kopinya tidak seberapa. Selaris-larisnya kopinya, uang yang ia peroleh tetap tak cukup buat memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Akan tetapi, NL pada dasarnya hanya korban. Ia direkrut oleh bandar sabu-sabut besar untuk menyalurkan sabu-sabu.

Tergiur dengan keuntungan yang dapat diperoleh, NL pun bersedia menjual sabu-sabu plus menjual tubuhnya.

Bisnis jual sabu yang dilakoni NL akhirnya diketahui pihak kepolisian yang selanjutnya menciduk NL ketika berada di Pasar Kanigoro tepatnya di depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar.

Belum ada Komentar untuk "Janda Muda Jual Sabu dengan Layanan Plus-Plus di Tulungagung, Jualannya Laris Manis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel