Kalau Haram, Kenapa Babi Diciptakan oleh Allah? UAS: Orang yang Ngomong Gini Otaknya Sungsang

 

Ustaz Abdul Somad alias UAS buka suara soal babi yang belakangan ramai diperbincangkan warganet. /Instagram/ustadzabdulsomad_official/

Usai Presiden Jokowi menyinggung babi panggang sebagai oleh-oleh mudik lebaran. Perdebatan mengenai hewan babi yang diharamkan oleh umat Islam mencuat kembali.

Banyak pernyataan yang muncul mengenai hal tersebut. Sebagian masyarakat bertanya, "Kenapa babi haram, kalau memang babi haram kenapa diciptakan oleh Allah SWT?"

Menurut pendakwah kondang, Ustaz Abdul Somad alias UAS, orang yang memiliki pertanyaan semacam itu otaknya terbalik. Dia pun menjelaskan alasannya.

"Ini orang yang ngomong gini otaknya sungsang. Menurut Dia semua yang diciptakan Allah ini baik?," kata UAS 

UAS pun menganalogikan hal tersebut seperti soal ujian pilihan ganda di sekolahan.

"Sama macam guru di sekolah, siapakah presiden Amerika? A. Hashimoto, B. Abdul Somad, C. Obama, D. Putin," kata UAS.

"Jawaban yang benarnya satu atau tiga? Satu kan yang salah tiga. Kenapa dikasihnya ada salah ada benar? untuk ngetes murid supaya tau mana yang pandai mana yang bodoh, itu gunanya," sambungnya.

Sama seperti tuhan kita, kata UAS, Allah SWT memberi segala sesuatu ada yang halal dan ada yang haram. Jika diteliti pun menurutnya, yang haram pasti lebih banyak di dunia ini daripada yang halal.

Halaman:

Sumber: YouTube Ustadz Lovers

"Kira-kira kalau ditengok mana yang banyak? Yang halal apa yang haram?," tanya UAS.

"Anak kambing berapa paling banyak? Dua. Anak babi? 13. Makannya angka 13 itu angka sial, kenapa? Anak babi 13 tapi puting susunya 12, yang ketiga belas itu tak tau mau menyusui kemana? makannya disebut sial," sambungnya.

Itulah kenapa, tegas UAS, umat Islam disuruh mencari yang halal karena babi dan hal-hal yang haram lainnya diciptakan sebagai ujian.

"Kenapa ada babi? Diciptakan Allah sebagai apa? sebagai ujian supaya kita diuji, bisa tidak untuk menghindarinya," katanya.

"Diciptakan Allah ada minuman yang halal ada minuman yang haram, seperti khamr (minuman keras). Supaya apa? Supaya kita memilih. Dikasih Allah yang haram-haram dan halal-halal, tinggal kau pilih," sambung UAS.

Lebih lanjut, UAS pun menceritakan kisah seorang pemuda yang menghampiri seorang sheikh bernama Muhammad Abduh.

Pemuda tersebut bertanya kepada sheikh mengapa babi itu haram.

Sheikh Muhammad Abduh pun meminta pemuda itu mengambilkan dua ekor ayam jantan dan satu betina.

Pemuda itu pun heran dan bertanya, "Apa hubungan ayam dengan babi?"

"Ambil saja cepat," kata sheikh tersebut.

Diambilnya dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina oleh pemuda tersebut dan dimasukkan ke dalam satu kandang.

Kedua ayam jantan tersebut pun berkelahi hebat sampai tetes darah penghabisan. Menurut UAS sifat alamiah dari ayam adalah lebih baik mati daripada malu.

"Apa kata ayam ini? Lebih baik putih tulang daripada putih mata," kata UAS.

"Berkelahilah kedua ayam jantan itu untuk memperebutkan ayam betina," sambungnya.

Sementara di sebelahnya, dibuat kandang baru untuk dimasukkan dua babi jantan dan satu babi betina. Hal yang terjadi pun mengejutkan, kedua babi jantan tersebut menyetubuhi satu babi betina tersebut berdua dan bergiliran.

"Tak ada yang berkelahi, digarapnya berdua. Ternyata babi tak ada rasa cemburu, makannya jangan banyak makan babi. Pengaruh makanan banyak berpengaruh terhadap sifat." tutur UAS.

Belum ada Komentar untuk "Kalau Haram, Kenapa Babi Diciptakan oleh Allah? UAS: Orang yang Ngomong Gini Otaknya Sungsang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel